Tuesday, November 12, 2019

Komponis Dr. Alfred Simanjuntak

 

Lagu : Bangun Pemudi-Pemuda

Si pencipta adalah Alfred Simanjuntak. Kala proses penciptaan, ia tengah bekerja sebagai guru di Sekolah Rakyat  Sempurna Indonesia, Semarang, Jawa Tengah. Mata pelajaran yang ia bina adalah musik. Bahwa  lagu itu dibuat karena ia merasa Indonesia tak memiliki lagu kebangsaan. “Para pejuang dan pemuda perlu lagu yang dapat membakar semangat mereka,”

Perjuangan  untuk bangsa dan negara tidaklah harus melalui kontak fisik atau senjata. Karenanya ia tidak pernah ikut dalam baku tembak melawan Jepang dan Belanda.“Perlawanan bisa dilakukan melalui lagu. Tujuannya untuk memberikan semangat juang,” Karena gubahan itu, Alfred sempat diburu polisi militer Jepang. Keberadaan Alfred dianggap mengancam karena lagu ciptaannya telah membangkitkan spirit pemuda.“Lagu Bangun Pemudi Pemuda dianggap terlalu patriotik,”

 

Tahun 1943, ketika Alfred Simajuntak menciptakan lagu Bangun Pemudi Pemuda, Indonesia sedang dijajah oleh Jepang.Alfred ingat, saat itu dirinya merasa terancam. Dia mengatakan dia sempat masuk daftar orang yang dicari oleh Kempetai, polisi rahasia Jepang. “Saya ingat waktu itu dikejar polisi Jepang, karena dinilai terlalu memberi semangat untuk anak muda,”

Menurut Alfred, lagu yang diciptakannya sangat patriotis di kuping Jepang. Pemerintah Jepang saat itu khawatir timbul pemberontakan dari kalangan pemuda setelah mendengar lagu ciptaan Alfred itu. “Saya sempat bersembunyi waktu dikejar, tapi saya lupa di mana. Saya enggak ingat juga berapa lama melarikan diri,” ia mengenang. “Jepang itu sangat jelek, orang mengarang lagu kok dikejar, mau dibunuh,”

Alfred menceritakan bagaimana kejamnya Jepang ketika menjajah Indonesia. Pria yang telah menciptakan sekitar 42 lagu ini menjelaskan banyak orang yang hilang karena dibunuh oleh polisi Jepang. “Kalau ada orang dianggap salah, lalu dijemput Jepang, dia tidak akan kembali. Entah dibunuh, ditembak, atau dibuang ke jurang,” tutur Alfred.“Dulu semua guru juga harus bisa berbahasa Jepang, tidak boleh tidak,” ucapnya

 

Dari mana inspirasi lagu Bangun Pemudi Pemuda?


Lagu itu awalnya diciptakan untuk sekolah tempat saya mengajar, di Semarang. Namanya Sekolah Rakyat Sempurna. Begini liriknya: Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia, Gergaji Tiga tempatnya sungguh indahlah…anak segala bangsa di Indonesia menjadi bersaudara rukun semua… 

 

Kenapa lagu itu berubah menjadi Bangun Pemudi Pemuda?
Waktu itu Indonesia sedang dijajah Jepang. Setiap Senin, guru dan murid harus upacara bendera sambil menyanyikan Kimigayo serta Umi Yu Kaba bagi arwah pahlawan Jepang. Lalu menghormat ke arah Tokyo, penghormatan untuk Kaisar Tenno Heika. 
Di situ saya merasa, Indonesia tidak memiliki lagu kebangsaan. Padahal, pemuda dan pejuang kala itu membutuhkannya untuk memberi semangat.

 

Bagaimana pengubahan lagunya?
Pengubahan lagu itu tidak lama. Hanya sehari-semalam. Waktu itu saya lagi mandi, sayup-sayup saya seperti dapat inspirasi mendengar lagu itu. Na-na-na-na…..
Semuanya tercetus begitu saja. Lalu saya buru-buru keluar kamar mandi, cari kertas dan pulpen. Saya harus tulis yang ada di kepala sebelum lupa.

Bangun pemudi pemuda Indonesia…tangan bajumu singsingkan untuk negara..masa yang akan datang kewajibanmulah…menjadi tanggunganmu terhadap nusa... .

 

Ada permintaan dari pihak terntentu untuk penciptaan lagu ini?
Tidak ada. Semua itu inspirasi yang datang dari hati dan otak saya. Tuhan yang memberikan inspirasi ini. 
Suatu hari, Alfred merasa Indonesia memerlukan lagu kebangsaan. Tujuannya mengobarkan semangat kemerdekaan. Kemudian datanglah ilham lagu Bangun Pemudi Pemuda itu. Di kamar mandi. “Waktu itu saya lagi mandi, sayup-sayup saya seperti dapat inspirasi mendengar lagu tersebut. Na-na-na-na….,”  Ide nada dan lirik tercetus begitu saja. Ia pun buru-buru keluar kamar mandi. Meski badan masih agak basah, Alfred langsung mencari kertas dan alat tulis. Sebelum lupa, ia tuliskan nada-nadanya dengan not angka di atas kertas. penciptaan lagu itu bukan berdasarkan permintaan pemerintah atau para pejuang. Melainkan petunjuk dari Tuhan.Seluruh kata dalam lagu itu pun ia dapatkan sendiri. Bukan berdasarkan rujukan dari komponis lain. “Liriknya datang dari hati alfred sendiri,”

Sebetulnya nada Bangun Pemudi Pemuda berasal dari lagu Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia yang pernah diciptakan Alfred. Lalu, dia ubah liriknya. Alfred tak memerlukan waktu lama menggubah lagu Bangun pemudi Pemuda. Hanya semalam, dan esok paginya sudah tercipta. Kemudian, secara sembunyi-sembunyi ia ajarkan lagu itu ke murid-murid sebuah sekolah menengah. Khawatir ditangkap Jepang, lagu Bangun Pemudi-Pemuda  tidak disebarkan secara terbuka,

 

Biografi

Nama : Dr. Alfred Simanjuntak

Tempat/Tanggal Lahir : Parlombuan, Tapanuli Utara/8 September 1920

 

 

Pendidikan

Pada tahun 1928, Alfred bersekolah di Holland Indische school, Narumonda, Porsea, lulus  pada tahun 1935. Ia memperoleh pelajaran menyanyi di sekolah ini serta kerap tampil bernyanyi di acara Natal sekolah.

Selanjutnya ia merantau ke Solo, Jawa Tengah, dan selama enam tahun bersekolah di Hollands Inlandsche Kweek School (semacam sekolah guru), Surakarta, hingga tahun 1941.

Selama itu, kemampuan bermusiknya berkembang dan ia bisa memainkan organ, piano, biola, dan gitar. Di sekolah tersebut, Alfred bertemu dengan Cornelis Simanjuntak (pencipta lagu Pada Pahlawan).

Setelah lulus dari HIKS, Alfred mengajar di Shakelschool (Sekolah Rakyat) di Kutoarjo, Madiun, dan Semarang. Di Semarang, tahun 1943, ia diterima sebagai guru menyanyi Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia yang didirikan oleh sejumlah tokoh nasionalis seperti Bahder Djohan dan Wongsonegoro.

Di sana pula ia berteman dengan Liberty Manik yang tinggal satu kontrakan dengannya, dan ikut menyaksikan proses penciptaan lagu Satu Nusa Satu Bangsa.

Pada tahun 1950, Alfred melanjutkan pendidikan ke Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Setelah lulus, ia melanjutkan belajar bahasa Belanda pada tahun 1954 di tiga kampus secara bersamaan, yaitu Rijksuniversiteit Utrecht; Leidse Universiteit, Leiden; Stedelijke Universiteit, Amsterdam, Belanda.

 

Pekerjaan

  1. Guru pengajar di Shakelschool (Sekolah Rakyat) Kutoarjo dan Madiun (1941-1943).
  2. Guru menyanyi Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia, Semarang (1943-1946).
  3. Guru SMP Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan
  4. Wartawan surat kabar Soember, Jakarta (1946-1949).
  5. Badan Penerbit Kristen Gunung Mulia (1950-1985).
  6. Penggagas dan pendiri Yayasan Musik Gereja (1967-sekarang).
  7. Pemrakasa dan juri tetap Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani) (1985-2001).

 

Buah karya

Alfred Simanjutak menciptakan lebih dari 42 lagu perjuangan dan rohani. Ia berteman dengan Liberty Manik dan Cornelis Simanjuntak, sehingga ciri khas lagu yang mereka ciptakan sama. Seringkali lagu-lagu yang ia ciptakan dikira oleh masyarakat sebagai karya dari Cornelis Simanjuntak, tetapi Alfred sendiri tidak terlalu mempermasalahkannya. Namun, saat lagu selamatkan Terumbu Karang juga dikira merupakan karya dari Cornel, Alfred terkejut karena rekannya tersebut telah meninggal bertahun-tahun yang lalu.  Alida Salomo, istri keduanya yang ikut menyertai saat diwawancarai, mengatakan:

“Kami terheran-heran saat kami mendengar Indosiar menyebutkan bahwa lagu nasional untuk menyelamatkan karang negara dikomposisi oleh Cornel Simanjuntak. Kami sudah menghubungi stasiun untuk menyampaikan protes kami tetapi tidak memuaskan.”

 

Daftar lagu ciptaan Alfred Simanjuntak

Lagu Nasional

1.Bangun Pemudi-Pemuda

2.Di Manakah Tanah Airku

3.Indonesia Bersatulah

4.Kami Berjanjilah

5.Negara Pancasila

6.Selamatkan Terumbu Karang

 

Lagu anak-anak

  1. Aku Suka Sekolah

 

Lagu organisasi

  1. Himne Partai Kebangkitan Bangsa ( permintaan Gus Dur tahun 1999)

      2.Himne Rumah Sakit PGI Cikini

  1. Jubelium 50 Tahun BPK Penabur

         (memperingati 50 tahun berdirinya sekolah tahun 2000)

 

Lagu rohani

  1. Firman-Mu Itu Pelita
  2. Saudaraku Berpulang Dulu
  3. Tuhan Engkau Mengenalku
  4. Ya Allah Kasihani Aku

 

Lagu berbahasa Batak

  1. Sipahutar Na Uli Jala Tungil

Penghargaan :

  1. HC dari Saint John University (10 Februari 2001 atas pengabdiannya selama 60 tahun dibidang pendidikan

 

Keluarga :

Tarombo :

Alfred Simanjuntak adalah Generasi ke 14 dari Pomparan Raja Marsundung Simanjuntak/br. Sihotang

  1. Raja Marsundung Simanjuntak/br. Sihotang
  2. Mardaup/br. Sihotang
  3. Tuan Sibadogil/br. Pardosi
  4. Tuan Marhohat/br. Rambe
  5. Portibiraja/br.

13. Guru Lamsana Simanjuntak dan Kornelia Silitonga

Orangtua : Lamsana Simanjuntak dan Kornelia Silitonga

Anak sulung dari delapan bersaudara

Isteri : Alida Salomo

anak

  1. Aida,
  2. Toga,
  3. Dorothea,
  4. John. 

Cucu : 11 orang

Putri sulungnya, Aida Swenson br Simanjuntak, dikenal sebagai penggiat kelompok Paduan Suara Anak Indonesia. Alfred Simanjuntak, seorang pencipta lagu yang berprofesi sebagai guru hampir sepanjang hidupnya antara lain (Buku Ende HKBP, Kidung Jemaat maupun lagu-lagu kebangsaan Indonesia.

Tahun 1980 beliau adalah Pendiri Parsadaan Ompu Portibiraja Sejabodetabek dan sampai sekarang sebagai Penasehat. lagu ”SIPAHUTAR NA ULI JALA TUNGIL” adalah ciptaannya. Judul lagu ini diciptakannya dengan renungan yang dalam karena ia tahu bahwa kampungnya di di Desa Sabungan Ni Huta I, Si Bongis Kecamatan Sipahutar Tapanuli Utara Sungguh Indah yaitu di daerah pegunungan yang dingin, (namun tanahnya Tungil) yaitu ia melihat sampai saat ini desa tersebut masih jauh tertinggal bahkan jauh dibawah kemiskinan walaupun sudah 62 tahun kita merdeka.

Lagu ini diciptakannya hanya sekitar 10 menit pada malam hari di rumahnya wilayah Bintaro Jakarta. Lagu inilah dinyayikan bersama oleh seluruh Pomparan Ompu Portibiraja Simanjuntak pada Pesta Bona Taon tahun 2001 di Aula Kodam V Jaya Cililitan Jakarta. Pada Pesta Bona Taon tanggal 1 Maret 2009 di Gedung BPKP Jakarta, dalam kata sambutannya ia, mengajak anak-anak sian Pomparan Ompu Portibiraja bergabung bersama Paduan Suara Anak Indonesia (PSAI) untuk memajukan Paduan Suara dibawah pimpinan putrinya Aida Swenson br Simanjuntak dan bagi yang sudah dewasa, agar selalu melatih dirinya sendiri dan untuk menjaga kesehatannya sendiri supaya sehat karena biaya kesehatan cukup mahal jika sakit Oleh karena itu Nyayikanlah lagu Rohani ini ”Sai tiop matanganku sai togu au”. Dengan catatan tidak boleh menarik nafas sampai selesai. Wah-…wah…wah hadirin tertawa. Mari kita coba! Dalam keluarga masing-masing. .

 

Meninggal

Alfred meninggal dunia pada 25 Juni 2014 pukul 06.00 pagi di Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang pada usia 93 setelah lama menderita radang paru-paru dan pneumonia. Ia dimakamkan di pemakaman San Diego Hills, Karawang.

 

         

 

sumber :

Piter Markus Simanjuntak,

Email: [email protected]; Webtsite:pitermarkus-simanjuntak.com

Dody Hidayat, Dian Yuliastuti, dan Cornila. “Tempo”, Edisi 5-11 November 2012. “Alfred Simanjuntak yang Membara“.

Comments

No comments found!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Tentang Website Kami

Website PSSSIB.org ini didedikasikan untuk seluruh warga Batak dengan marga Simanjuntak yang merupakan keturunan Raja Marsundung Simanjuntak dan bersatu dalam Parsadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina beserta seluruh Borunya.

Website ini adalah media komunikasi, edukasi dan interaksi seluruh anggota Parsadaan dengan tujuan meningkatkan rasa kasih & persaudaraan di semua keluarga besar Parsadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina & Boruna se Jakarta & Sekitarnya

Login
Remember me
Lost your Password?
Password Reset
Login